Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengingatkan masyarakat akan potensi bencana alam berupa banjir dan longsor yang dapat terjadi selama arus balik Lebaran tahun ini. Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di jalur-jalur mudik utama yang rawan longsor dan genangan air.
Dalam keterangannya kepada media, Kapolri menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi geografis jalur mudik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan dalam kondisi cuaca ekstrem. Selalu cek informasi jalur dan waspadai wilayah rawan bencana seperti di jalur selatan Jawa, Sumatera Barat, dan beberapa titik di Kalimantan,” ujar Jenderal Listyo.
Wilayah-Wilayah Rawan Bencana
Beberapa wilayah yang diidentifikasi rawan bencana selama arus balik antara lain:
Jalur Selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, rawan longsor dan banjir bandang.
Pantura Demak dan Semarang, terdampak banjir rob dan genangan tinggi.
Sumatera Barat, rawan pergerakan tanah akibat hujan deras di dataran tinggi.
Beberapa jalur di Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan, mengalami potensi luapan sungai.
Upaya Pencegahan dan Penanganan
Pihak kepolisian bersama instansi terkait telah menyiapkan personel dan peralatan di berbagai titik rawan untuk mengantisipasi evakuasi darurat. Jalur-jalur alternatif juga telah disiapkan jika terjadi penutupan akibat bencana alam.
Kapolri juga mengimbau pemudik untuk:
Menghindari perjalanan malam hari di daerah rawan longsor.
Menggunakan aplikasi navigasi dan info lalu lintas real-time.
Memeriksa cuaca dan kondisi jalur sebelum berangkat.