Myanmar dan Thailand diguncang gempa bumi dahsyat pada Jumat, 28 Maret 2025. Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Sagaing, Myanmar, pada pukul 12:50 siang waktu setempat, dan getarannya terasa hingga ke Bangkok, Thailand.
Dampak di Myanmar
Gempa ini menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa yang signifikan. Hingga saat ini, lebih dari 2.700 orang dilaporkan tewas dan sekitar 4.500 lainnya mengalami luka-luka. Kota-kota besar seperti Mandalay dan Naypyitaw mengalami kerusakan parah. Sejumlah bangunan runtuh, termasuk fasilitas publik dan perumahan warga.
Fasilitas kesehatan juga terdampak serius, dengan tiga rumah sakit hancur dan 22 lainnya rusak sebagian. Akibatnya, layanan medis di Myanmar kewalahan menangani lonjakan korban luka.
Dampak di Thailand
Di Thailand, gempa menyebabkan runtuhnya sebuah gedung pencakar langit di Bangkok, yang mengakibatkan setidaknya 19 orang tewas dan 70 orang dinyatakan hilang. Selain itu, beberapa gedung tinggi lainnya mengalami kerusakan struktural dan langsung dievakuasi. Pemerintah Thailand kini tengah menyelidiki kualitas bangunan, termasuk proyek-proyek yang melibatkan kontraktor luar negeri.
Upaya Penyelamatan dan Respons Global
Proses pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di kedua negara. Namun, akses ke daerah terdampak di Myanmar cukup sulit karena rusaknya infrastruktur dan situasi politik yang belum stabil.
Organisasi internasional seperti WHO telah mengeluarkan seruan bantuan darurat sebesar USD 8 juta untuk mendukung kebutuhan medis dan kemanusiaan di wilayah terdampak. Sementara itu, Pemerintah Indonesia juga menyatakan akan mengirimkan bantuan kemanusiaan, termasuk tim SAR, logistik, dan tenaga medis, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.